Tampilkan postingan dengan label rancangan penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rancangan penelitian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2016

Analisis Deskriptif (skripsi dan tesis)


Tujuan dilaksanakan analisis desktiptif adalah untuk mengolah data yang diperoleh, kemudian disusun secara teratur agar lebih mudah dimengerti. Data dari setiap variabel dianalisis deskriptif untuk menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku. Sedangkan untuk menginterprestasikan data digunakan tiga kategori yaitu :
a.        (Mean + 1 SD) – (Mean + 3 SD) = lebih/baik/baik
b.        (Mean - 1 SD) – (Mean + 1 SD) = baik/cukup/kurang
c.        (Mean - 3 SD) – (Mean - 1 SD) = kurang/kurang/kurang
Untuk mencari besarnya rerata ideal dan simpangan baku ideal digunakan rumus dari Sudjana (2000, 133-136) sebagai berikut :
Mean ideal = ½ (Nit + Nir)
SD ideal= 1/6 (Nit – Nir)
Nit : Nilai/skor terendah ideal
Nir : Nilai/skor tertinggii ideal

Uji Reliabilitas (skripsi dan tesis)

Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi, artinya pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang konsisten ( reliable ), dapat memberikan hasil yang relatif sama jika dilakukan pengukuran yang berbeda waktunya. Tinggi rendahnya reliabilitas secara empiris ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Secara teoritis besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0,00-1,00. Besarnya koefisien reliabilitas minimal yang harus dipenuhi oleh suatu alat ukur adalah 0,7 ( Kaplan dan Saccuzo, 1993 ). Disamping itu, walaupun koefisien dapat bertanda positif atau negatif, namun dalam hal reliabilitas, koefisien yang besarnya kurang dari nol tidak ada artinya karena interpretasi reliabilitas selalu mengacu kepada koefisien yang positif.





Uji Validitas (skripsi dan Tesis)

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat mengukur seusai dengan apa yang ingin diukur. Hubungan antara suatu pengukuran dengan suatu kriteria biasanya digambarkan dengan nilai korelasi, yang disebut koefisien validitas. Menurut American Psychological Association (1985), ada tiga tipe validitas, yaitu:
1. Content Validity
Content Validity menggunakan pembuktian secara logika yang mengukur sejauh mana isi alat ukur telah mewakili semua aspek kerangka konseptual yang diinginkan. ( Sekaran, 1992 ).
2. Criterion-Related Validity
Yaitu yang digunakan dalam penelitian ini, adalah validitas yang berkaitan dengan relasi hasil suatu alat tes dengan kriteria yang telah ditentukan. Ada dua tipe yaitu:
a.    Concurrent validity, yang menunjukkan hubungan antara alat tes dengan keadaan sekarang.
b.    Predictive validity, yang menunjukkan hubungan antara hasil pengukuran dengan keadaan yang akan datang.
Hubungan suatu tes atau pengukuran dengan kriteria biasanya digambarkan dengan nilai korelasi, yang disebut koefisien validitas. Dalam kenyataannya, jarang dijumpai koefisien validitas yang lebih besar dari 0,6 dan koefisien validitas yang berkisar antara 0,3-0,4 dapat dianggap cukup valid.
3. Construct Validity
Construct adalah suatu konsep yang dapat dijabarkan berdasarkan suatu konsep teoritik, tetapi tidak dapat diukur secara langsung dan sangat sulit untuk menghindari dari kesalahan pengukuran (measurement error). Construct validity adalah suatu metode pengujian validitas yang digunakan untuk melihat hubungan antar hasil pengukuran dengan konsep teoritik yang melatarbelakanginya. Menurut Kaplan dan Saccuzo (1993), construct validity ditetapkan melalui sederetan aktivitas tentang sesuatu yang akan diukur, yang didefinisikan oleh peneliti. 

Definisi Skala Likert (skripsi dan tesis)


Skala likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian (fenomena sosial spesifik), seperti sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang. Variabel penelitian yang diukur dengan skala likert ini, dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian dijadikan titik tolak penyusunan item-item instrumen, bisa berbentuk pertanyaan atau pernyataan.
Jawaban setiap item instrumen ini memiliki gradasi dari tinggi (sangat positif) sampai terendah (sangat negatif), yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata seperti berikut: 
a.       Sangat baik
b.      Baik
c.       Cukup baik
d.      Kurang baik
e.       Tidak baik
a.       Sangat penting
b.      Penting
c.       Cukup penting
d.      Kurang penting
e.       Tidak penting
Untuk keperluan analisis secara kuantitatif, maka jawaban-jawaban tersebut diberi skor seperti di bawah ini:
a.       Sangat baik
b.      Baik
c.       Cukup baik
d.      Kurang baik
e.       Tidak baik





/
/
/
/
/
Sangat penting
Penting
Cukup penting
Kurang penting
Tidak penting
5
4
3
2
1

Langkah Dalam Penelitian Fenomologis Kualitatif (Skripsi dan tesis)

Langkah– langkah yang harus dilakukan dalam pendekatan fenomenologi ini yang meliputi bracketing, intuiting, analyzing dan describing (Polit&Hungler,1999). Bracketing adalah proses identifikasi dan menahan keyakinan dan opini terhadap fenomena yang mungkin sudah dimiliki oleh peneliti. Hal ini dilakukan agar data yang dihasilkan benar-benar murni tanpa dipengaruhi keyakinan atau opini peneliti. Prosesbracketing merupakan proses yang secara konsisten  harus diterapkan oleh peneliti dalam setiap langkah analisis data. Peneliti dalam hal ini berusaha menempatkan diri sebagai orang yang benar-benar buta terhadap fenomena. Peneliti mencoba menerapkan bracketing ketika melakukan wawancara dengan partisipan, mengungkap makna ketika analisis data sampai mengorganisasikan makna dalam kategori, sub tema dan tema. Peneliti tidak melibatkan opini, ide dan pandangan peneliti terkait fenomena dalam setiap tahapan penelitian ini. Intuiting terjadi ketika peneliti mempertahankan keterbukaannya terhadap pemberian makna terhadap fenomena dari orang yang mengalami. Proses intuitivmenghasilkan  pemahamayang   umum  tentang   fenomena. Peneliti dalam hal ini member kebebasan bagi partisipan untuk memberikan maknanya terhadap pengalaman hidup yang dialaminya(Polit &Hungler, 1999). Streubert &Carpenter (1999) menyebut  intuiting sebagai proses pemikiran terhadap data sehingga interpretasi yang benar, comprehensive dan akurat    terhadap makna yang sebenarnya dapat tercapai. Proses ini membutuhkan variasi imaginasi peneliti terhadap data yang diperoleh sampai pemahaman yang umum tentang fenomena dapat dihasilkan. Peneliti menerapkan prinsip intuiting ini dengan cara membaca berulang-ulang transkrip verbatim, mencari makna dan memahami esensi dari setiap pernyataan partisipan, sampai peneliti dapat menangkap makna sebagaimana makna yang dipersepsikan oleh partisipan. Analyzing merupakan proses analisa data. Tahapan analyzing meliputi koding, pemberian kategori, dan pemberian makna yang penting terhadap fenomena (Polit&Hungler,1999).